20150616

Perubahan Vs. Konsekuensi

Selamat malam, setidaknya masih malam saat tulisan ini di buat. Mendadak ada sesuatu yang lewat, harus segera di tulis sebelum menguap.
Oke! Here we go!

Kok dirasa-rasa banyak sekali perubahan yang terjadi akhir-akhir ini. Karena terlalu menikmati keadaan ini, jadi tidak menyadari ternyata banyak sekali perubahan yang terjadi di sekitar. Buatku. Dan buat yang lain.

Aku bukan orang yang suka perubahan. Aku lebih memilih untuk bertahan menyamankan diri daripada harus melakukan rutinitas baru. Bahkan unutk menuju ke hal yang lebih baik, toh sebenarnyapun aku orang yang gampang sekali bosan. Karena perubahan merupakan fase yang besar buatku.

Apa saja sih perubahan-perubahan itu?

Dimulai dari hobby ku ngidol ni, di JKT48 juga ada perubahan. Kombinasi yang sudah aku anggap nyaman dan yahud selama ini, dirubah. Bukan perubahan besar memang, tapi figur-figur penting yang menjadi wajah dari masing-masing tim ditransfer ke tim lain. Terlepas dari alasan untuk kepentingan materi dan lain hal, karena di dunia delusi bukan itu mata uang disini, kita bahas asiknya dunia ngidol saja. Figur-figur penting yang telah menjadi identitas dari masing-masing tim, di porak porandakan, entah untuk meratakan kekuatan, entah untuk memusatkan kekuatan, entah untuk keperluan study banding, atau entah untuk keperluan-keperluan yang lain. Biar gak kayak gue-gue ini, yang disini-sini aja dan dengan ilmu yang segini-gini aja. Anyway, karena kenyamanan yang sudah ada selama ini, aku melupakan akan adanya kemungkinan untuk shuffling difranchise ini, dan akhirnya terjadi di ending konser kemarin. Wah, ada perubahan disini.

Tentang seseorang, yang beberapa waktu yang lau, sempat mampir mengisi kekosongan #cieelaah. Perubahan itu ada. Entah semakin mengenal lebih jauh, entah sudah mengenal lebih lama, entah emang itu sifat aslinya. Si kampret satu ini, mempunyai kadar annoying yang luar biasa tinggi… ternyata. Entah kenapa sekarang aku jadi punya alasan untuk kenapa-memang-bukan-dia-yang-aku-tunggu. Dulu yang sempat jadi indah. Dulu yang sempat aku tunggu. Dulu yang sempat untuk hampir-iya. Ternyata oh.. ternyata. Dan hei… sedikit sekali ternyata yang bisa kutulis tentang dia, tambah lagi alasan untuk berkata bukan-dia.

Dan tentang seseorang yang hampir-iya. Woohoo… karena alasan mengejar memang lebih greget daripada dikejar. Ternyata butuh juga suntikan “sesuatu” dari dia. Terasa kosong juga jika hari tanpa basa-basi dengannya. Basa-basi yang biasa itu kutunggu juga lho saat beberapa hari gue dengan sengaja emang gak berkomunikasi dengan dia. Memang si, expressionless-communication tidak bisa menggambarkan apapun, kalaupun aku bisa memberi karakter di tiap tulisannya bisa dilihat juga apa yang dia rasakan, tentunya ditambah rasa PeDe yang luar biasa, maka itulah jawaban dari komunikasi kita. Ternyata gue tunggu juga momen “23.23” itu, momen dimana kita biasa mengakhiri basa-basi di sepanjang hari ini. Ada perubahan di setiap pilihan kata yang dia gunakan. Jadi lebih lugas. Apakah sudah bisa dikategorikan menjadi sesuatu? Entahlah, tapi perubahan itu yang terjadi sekarang. Perubahan.

Wajarlah pacaran, yang notabene tanpa ikatan hukum yang jelas, bisa kandas setelah bertahun-tahun hubungan itu jalan. Ikatan kerjasama professionalpun bisa kandas, bukan kandas juga si, terlalu berlebihan jika dikatakan kandas, sebut saja mencari sistem yang bisa memotong jalur birokrasi yang panjang agar lebih baik. Ya baik. Atau “baik”. Setelah bertahun-tahun dibawah atap yang menaungi jatuh-nyusngsepnya (ya karena gak pernah bangun-bangun amat anggap saja sudah jatuh nyusngsep lagi) bergelut dengan sesuatu yang aku kerjain beberapa tahun belakangan, mereka memilih untuk berubah. Memilih untuk berpindah. Dan disinipun ada perubahan juga.

Dan yang aku rasakan perubahan-perubahan itu, ada konsekuensi juga. Jadi harus restrukturisasi media sosisal, harus sering-sering elus dada biar dikasi sabar sama Yang Maha Kuasa, harus bener-bener menimbang dan memutuskan buat masa depan, harus segera melangkahkan kaki ke jalan yang baru.

Kayaknya ini tulisan paling sampah dari tulisan-tulisan sampah gue yang udah ada. tiba-tiba ilang apa yang pengen aku tulis tadi. Tapi ya sudahlah ya.

Oh iya, aku akhirnya memutuskan untuk menjalankan project yang sempat terbengkalai dulu. Project duet bareng temen gue dan kayaknya bakal gue update disini progressnya. Semoga saja perubahan yang aku ambil ini bakal terus lanjut dan menjadi nyata.

Sampai ketemu lagi.




No comments:

Post a Comment